Dari Dunia Kursus ke Dapur Makan Bergizi Gratis: Perjalanan Inspiratif Bapak Ambo Guttu, Pembina HLR Kursus Group

Dalam dunia pendidikan nonformal, nama Bapak Ambo Guttu, Pembina HLR Kursus Group, kini semakin dikenal sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang. Baru-baru ini beliau diundang sebagai tamu spesial dalam Podcast Koran Seruya, membagikan kisah perjalanan hidupnya — dari membangun dunia kursus dengan penuh tantangan, hingga kini dipercaya mengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program nasional yang menjadi bagian dari visi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Kisah Bapak Ambo Guttu berawal dari niat tulus untuk membantu masyarakat mendapatkan pendidikan keterampilan yang terjangkau. Ia memulai HLR Kursus dengan fasilitas sederhana, hanya berbekal tekad dan keyakinan bahwa pendidikan praktis bisa membuka pintu rezeki bagi banyak orang.

Dalam Podcast Koran Seruya, beliau bercerita bahwa perjalanan itu tidak mudah. Ada masa di mana jumlah peserta menurun, dana terbatas, dan dukungan minim. Namun beliau memilih untuk tidak menyerah, karena baginya:

“Selama kita punya niat baik untuk membantu orang lain, Tuhan akan bantu buka jalannya.”

Ketekunan dan komitmen itulah yang membuat HLR Kursus terus bertumbuh. Dari tempat belajar sederhana, kini berkembang menjadi lembaga pelatihan yang aktif membina siswa dari berbagai sekolah dan daerah.

Dalam podcast tersebut, Bapak Ambo Guttu menegaskan bahwa setiap keberhasilan selalu didahului oleh kesulitan. Dunia kursus yang beliau jalani penuh dinamika — mulai dari keterbatasan alat praktik, tenaga pengajar, hingga perubahan minat masyarakat.

Namun di setiap tantangan, beliau selalu mencari peluang. Salah satunya adalah dengan membangun sinergi antara pendidikan dan dunia usaha. Inilah yang kemudian melahirkan ide besar: menghubungkan pelatihan keterampilan dengan program sosial pemerintah.

Perjalanan hidup Bapak Ambo Guttu mengambil arah baru saat beliau dipercaya terlibat dalam pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) — salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak dan sehat setiap hari.

Bagi beliau, ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati.
Sebagai pembina lembaga kursus, beliau melihat bagaimana pendidikan dan gizi saling terkait: anak yang sehat akan belajar lebih baik. Maka, melalui dapur MBG, beliau menerapkan prinsip yang sama seperti di HLR Kursus — disiplin, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Kalau di HLR kita memberi ilmu untuk masa depan,
di Dapur MBG kita memberi tenaga untuk hari ini.”

Di tangan Bapak Ambo Guttu, dapur MBG dikelola dengan semangat gotong royong. Para staf, relawan, ikut berperan. Mereka bukan hanya memasak, tapi juga belajar manajemen dapur, logistik, dan kebersihan, menjadikan dapur ini bukan sekadar tempat produksi, melainkan tempat pembelajaran sosial.

Keterlibatan HLR Kursus Group dalam Dapur MBG menunjukkan betapa besar dampak yang bisa tercipta ketika pendidikan, keterampilan, dan kepedulian sosial berjalan beriringan.
Bapak Ambo Guttu menjadi contoh nyata bahwa pemimpin yang lahir dari bawah bisa berkontribusi untuk program nasional — asal memiliki integritas dan semangat pengabdian.

Beliau berpesan kepada para generasi muda:

“Jangan tunggu besar untuk berbuat baik.
Mulailah dari yang kecil, dan lakukan dengan sepenuh hati.”

Kata-kata itu menjadi refleksi perjalanan hidupnya sendiri — dari seorang pengajar kursus hingga menjadi bagian dari gerakan besar yang membantu ribuan anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi setiap hari.

Kisah Bapak Ambo Guttu adalah bukti bahwa ilmu yang dibagikan dengan niat tulus akan menemukan jalannya sendiri menuju kebaikan yang lebih besar.
Dari dunia kursus hingga ke dapur MBG, setiap langkahnya adalah cerminan dari dedikasi, kerja keras, dan cinta terhadap sesama.

Podcast Bapak Ambo Guttu bisa di tonton di https://www.youtube.com/live/CIzM2eUitF0?si=p7kWPahOy_oH5a93

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *